Tips Menjadi Peserta Outbond Yang Bahagia

Tips Menjadi Peserta Outbond Yang Bahagia

Untuk menaikkan kinerja, semangat, motivasi, kebersamaan anggotanya, didalam waktu-waktu tertentu, instansi, perusahaan atau organisasi kebanyakan dapat mengadakan kegiatan kebersamaan seperti Staff Gathering. Biasanya awal atau akhir th. jika masa sebelum akan pandemi. Banyak langkah yang ditunaikan perusahaan atau organisasi didalam isi acara tersebut, sekiranya mengundang musisi atau artis untuk menghibur dengan bernyanyi untuk mereka.

Namun ada pula yang membuat acara outdoor interaktif seperti outbond atau mancakrida jika menurut makna KBBI, yang melibatkan semua pegawai-pegawainya dari level Top Manager sampai Office Boy atau tambah lebih luas ulang melibatkan keluarga anggota berwujud Family Gathering.

Namun kadang kala tak semua pegawai atau keluarga pegawai yang mau mengikuti kegiatan outbond tersebut. Padahal sebenarnya banyak manfaat yang dapat didapat, pada lain: terjalinnya komunikasi efektif (effective communication), pengembangan tim (team building), pemecahan kasus (problem solving), menaikkan keyakinan diri (self-confidence), menumbuhkan jiwa kepemimpinan (leadership), menguatkan kerja sama/sinergi (cooperation), menciptakan permainan yang menghibur dan mengasyikkan (fun games), menaikkan konsentrasi/fokus (concentration), dan menumbuhkan kejujuran/sportivitas (Mulyono & Badiatul, 2008).

Senada dengan Mulyono dan Badiatul, menurut Rosadi dan Lesmana didalam bukunya ‘Panduan Fasilitator Outbond’ (2020), hasil akhir kegiatan outbond diinginkan anggota organisasi dapat saling percaya mempercayai dengan yang lain (trust), punya sikap keterbukaan (openness), punya rasa tanggung jawab (responsibility) dan merasa bahwa dirinya anggota integrasi dari yang lainnya (interdependency) Outbound Jogja . Sebagai orang yang sudah lama berkecimpung di dunia outbond lebih dari delapan th.

sampai terhenti kala pandemi melanda negeri, saya dapat berbagi lebih dari satu tips kepada Saudara sehingga dapat jadi peserta outbond yang bahagia.

Tulisan dari Suzan Lesmana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tips Menjadi Peserta Outbond Yang Bahagia

Training for Trainer Fasilitator Outbond Pusbindiklat Peneliti LIPI Tahun 2013. Sumber: Dokumen Pribadi

Untuk menaikkan kinerja, semangat, motivasi, kebersamaan anggotanya, didalam waktu-waktu tertentu, instansi, perusahaan atau organisasi kebanyakan dapat mengadakan kegiatan kebersamaan seperti Staff Gathering. Biasanya awal atau akhir th. jika masa sebelum akan pandemi. Banyak langkah yang ditunaikan perusahaan atau organisasi didalam isi acara tersebut, sekiranya mengundang musisi atau artis untuk menghibur dengan bernyanyi untuk mereka.

Namun ada pula yang membuat acara outdoor interaktif seperti outbond atau mancakrida jika menurut makna KBBI, yang melibatkan semua pegawai-pegawainya dari level Top Manager sampai Office Boy atau tambah lebih luas ulang melibatkan keluarga anggota berwujud Family Gathering.

Namun kadang kala tak semua pegawai atau keluarga pegawai yang mau mengikuti kegiatan outbond tersebut. Padahal sebenarnya banyak manfaat yang dapat didapat, pada lain: terjalinnya komunikasi efektif (effective communication), pengembangan tim (team building), pemecahan kasus (problem solving), menaikkan keyakinan diri (self-confidence), menumbuhkan jiwa kepemimpinan (leadership), menguatkan kerja sama/sinergi (cooperation), menciptakan permainan yang menghibur dan mengasyikkan (fun games), menaikkan konsentrasi/fokus (concentration), dan menumbuhkan kejujuran/sportivitas (Mulyono & Badiatul, 2008).

Senada dengan Mulyono dan Badiatul, menurut Rosadi dan Lesmana didalam bukunya ‘Panduan Fasilitator Outbond’ (2020), hasil akhir kegiatan outbond diinginkan anggota organisasi dapat saling percaya mempercayai dengan yang lain (trust), punya sikap keterbukaan (openness), punya rasa tanggung jawab (responsibility) dan merasa bahwa dirinya anggota integrasi dari yang lainnya (interdependency).
Tips Menjadi Peserta Outbond Yang Bahagia (1)
zoom-in-white
Perbesar
Starbee Outbond Provider Pusbindiklat Peneliti LIPI dengan Duta Besar Belgia dan Staff di Kebun Raya Bogor Tahun 2017. Sumber: Dokumen Pribadi
Sebagai orang yang sudah lama berkecimpung di dunia outbond lebih dari delapan th. sampai terhenti kala pandemi melanda negeri, saya dapat berbagi lebih dari satu tips kepada Saudara sehingga dapat jadi peserta outbond yang bahagia.

#1 Lupakan Atasan Saudara. Saat berdiri jadi anggota group outbond, maka segera lupakan sejenak wajah atasan Saudara. Apalagi jika atasan Saudara jadi anggota peserta outbond, posisinya sama dengan Saudara, dengan kata lain peserta juga. Apa jadinya jika Saudara tetap ewuh pakewuh kala memainkan sebuah game yang mengharuskan Saudara menginjak bahunya, atau merapat erat didalam selembar koran? Lalu Saudara bilang,”Waah nggak enak saya nginjek bahunya Boss.” Atau “Waduh malu rapat banget sama Boss.” Begitu juga para atasan dengan kata lain boss yang ikut outbond, lupakan sejenak baju kerja dan posisi Saudara di kantor, meleburlah dengan sebagai sebuah tim yang kompak dan solid.
#2 Jangan Jaim. Saya anjurkan jangan pernah jaga imej dengan kata lain jaim kala jadi peserta outbond, terlepas saja. Yang ada tambah memperlambat gerakan dan kekompakan kelompok. Ya, iyalah gegara takut kotor dan becek sekiranya dikarenakan nggak biasa main becek-becekan di kantor. Padahal justeru didalam becek-becekan selanjutnya dapat terkenang tetap dan sebenarnya anggota dari games yang dimainkan. Cuek saja, gak perlu menggunakan bedak tidak tipis kala outbond. Secukupnya aja jika sebenarnya senang dSaudaran wahai bunda-bunda. Tokh nantinya dapat luntur juga kala keringat mengucur, bahkan jika sudah main game tong bocor. Jangan mau baju kering, hehehe.

#3 Jangan Baper. Apabila group peserta yang tidak jadi juara di game pertama, jangan difikirkan terlalu didalam dengan kata lain “baper” atau bawa perasaan. Apalagi ngambek atau mogok tidak ikut game berikutnya. Masih ada kesempatan lain di game-game selanjutnya. Siapa tahu nantinya Dewi Fortuna berpihak ke group outbond Sodara dan akhirnya jadi Juara, meskipun perlu tetap diingat, jadi juara outbond bukan tujuan utama. Yang penting, semua peserta outbond yang kebanyakan berasal dari lembaga yang sama jadi semangat, ceria, dinamis dan senang kala pelaksanaan outbond. Hasilnya dapat dibuktikan dan dapat dirasakan sesudah ulang ke kantor. Biasanya atasan Saudara dapat memantau produktivitas pegawainya pasca kegiatan outbond.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *